Pemerintah kota Bo, Sierra Leone, menawarkan beasiswa selama lima
tahun khusus kepada pelajar putri. Namun, ada syarat khusus yang harus
dipenuhi, yakni mereka harus menjaga keperawanan sampai mereka lulus,
kantor berita AFP melaporkan, Jumat (25/11/2011).
Pemerintah
kota terbesar kedua di Sierra Leone itu berharap bisa memastikan
"setidaknya 80 persen pelajar putri menjaga kegadisan sampai mereka
menyelesaikan masa pendidikan", seperti dinyatakan ketua dewan kota Bo,
Matthew Margao.
Margao menambahkan, beasiswa itu diberikan sampai para mahasiswi itu menyelesaikan perguruan tinggi.
Dewan
kota memutuskan skema itu sebagai cara untuk mengurangi kehamilan di
usia remaja sekaligus mengampanyekan agar kaum perempuan mendapat
pendidikan tinggi. Margao berharap kota-kota lain juga mengikuti
kebijakan pemerintah kotanya.
"Petugas kesehatan perempuan" akan ditugaskan untuk memeriksa keperawanan para penerima beasiswa.
Sejumlah
orangtua menyatakan keraguan mereka terhadap "beasiswa perawan" itu.
Aminata Lahai, seorang ibu, mengatakan, "Saya tidak sampai hati untuk
membiarkan anak perempuan saya diperiksa (keperawanannya) karena
beasiswa. Menurut saya, ada cara lain untuk melakukannya."
Ini
bukan inisiatif pertama yang dilakukan Pemerintah Sierra Leone untuk
meredam angka kehamilan remaja. Menurut data Unicef, negara itu termasuk
salah satu negara dengan angka kehamilan remaja tertinggi di dunia.
Kehamilan
remaja merupakan salah satu penyebab utama hanya 15 persen perempuan
Sierra Leone yang berhasil menyelesaikan pendidikan menengah, menurut
data Unicef pada 2009.
"Beasiswa perawan" serupa juga diajukan di distrik Koinadugu beberapa tahun lalu, Inter Press Service melaporkan. Namun, kebijakan itu langsung dibatalkan.
Beberapa
waktu lalu sebuah desa meloloskan peraturan yang berbunyi, "Bila
seorang siswi hamil, baik dia maupun ayah si bayi harus keluar dari
sekolah."
Unicef menganjurkan bahwa kemudahan akses terhadap
kontrasepsi dan pendidikan seks yang lebih baik merupakan cara yang
lebih efektif untuk mengatasi masalah kehamilan di usia remaja.
*Mudah-mudahan Indonesia juga melakukan hal yang serupa dengan negara ini
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.